Healthyzona

Real Food untuk Meningkatkan Kesehatan Tubuh

Real food

Apakah kamu pernah mendengar soal real food? Real food diyakini memberikan manfaat yang baik untuk kesehatan. 

Real food sendiri punya arti makanan dengan bahan tunggal yang kaya vitamin dan mineral. Makanan berbahan tunggal ini tidak mengandung bahan kimia tambahan, dan sama sekali tidak melewati pemrosesan.

Contoh real food yang sering kita temui sehari-hari misalnya, buah-buahan segar seperti apel, pisang, pepaya, dan tomat, lalu ada juga sayuran segar seperti chia, brokoli, kale. Real food dari golongan karbohidrat yaitu ubi jalar, singkong, dan beras. Sedangkan real food dari golongan protein misalnya daging, ikan, dan telur.

Makanan dikatakan real food jika dikonsumsi tanpa tambahan bahan-bahan yang kompleks seperti garam, gula, dan segala macam minyak. Beras misalnya, tetap dikatakan real food karena proses masaknya hanya dikukus tanpa menambahkan bahan apapun. 

Di tengah masa pandemi saat ini, tren mengonsumsi real food kembali meroket. Alasannya karena makanan yang real dianggap mampu menjaga dan membantu kondisi tubuh tetap baik. Apa alasan lainnya? Cek di bawah ya.

 

Real Food Kaya Gizi

 

Real food adalah pilihan asupan yang tepat untuk kamu yang punya tujuan meningkatkan nutrisi. Real food biasanya mengandung banyak sekali nutrisi baik yang tidak akan kamu temukan di dalam satu jenis suplemen. Nutrisi baik ini misalnya senyawa tumbuhan, vitamin, dan mineral. Terpenting, nutrisi dalam makanan utuh juga cenderung bekerja lebih baik bersama-sama dan lebih mungkin untuk bertahan daripada asupan berupa suplemen.

 

Real Food Tidak Mengandung Gula Rafinasi

 

Real food memberikan manfaat gula alami dan segudang manfaat lain seperti serat, vitamin, dan air. Kandungan yang ada di dalam real food membantu kita mendapatkan manfaat nutrsi yang seimbang. Makanan olahan umumnya sudah ditambahkan zat tambahan, misalnya gula. Gula yang dimasukkan ke dalam makanan olahan biasanya antara sirup jagung fruktosa tinggi, dan gula pasir.

Makanan yang mengandung gula, kalorinya jadi melonjak tinggi. Makanan mengandung gula tambahan juga dapat merusak sensor kenyang di dalam tubuh. Hindari sebisa mungkin, ya.

 

Real Food Mengandung Serat Tinggi

 

Real food mengandung serat dalam jumlah banyak. Serat ini memberikan manfaat untuk pencernaan. Jumlah serat yang cukup akan membantu proses pembuangan menjadi lebih lancar. Serat di dalam makanan juga mempunyai fungsi lain yaitu mengurangi nafsu makan dan memperlambat pergerakan makanan melalui usus.

 

Real Food Mengandung Polifenol

 

Berbeda dengan makanan olahan, real food umumnya mengandung polifenol yang mengandung zat antioksidan. Zat ini membantu melindungi tubuh dari penyakit dan sekaligus juga mengurangi berat badan. 

 

Real Food Tidak Mengandung Lemak Trans

 

Real food mengandung zat-zat yang asli. Bukan zat tambahan yang berbahaya untuk tubuh, seperti lemak trans buatan. Lemak trans ini terbentuk selama proses hidrogenasi. Proses ini terjadi saat hidrogen ditambahkan ke minyak nabati. Proses hidrogenasi dilakukan untuk meningkatkan umur simpan makanan olahan. 

Mengonsumsi makanan olahan memang terlihat praktis, lebih enak, dan bisa jadi lebih hemat. Tetapi harus dipahami benar-benar kalau mengonsumsi makanan olahan berarti kita secara sadar telah memasukkan zat-zat yang tidak diperlukan oleh tubuh. Zat-zat ini, tanpa disadari bisa menggunung tinggi dan membahayakan kesehatan.

Jika tidak memungkinkan untuk mengonsumsi real food setiap hari, usahakan memilih makanan olahan yang aman. Cek bagian nutrisi pada kemasan dan hindari makanan atau minuman yang mengandung kadar gula atau kadar garam terlalu tinggi.

Pada situasi seperti saat ini, menjaga kesehatan adalah sebuah keharusan. Salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk itu adalah dengan mengkonsumsi real food secara rutin. Pada awalnya mungkin sulit, tetapi jika dibiasakan, kebiasaan mengonsumsi real food lama-kelamaan dapat menjadi gaya hidup. Sehat dimulai dari mengatur asupan makanan harian. Tetap semangat dan usahakan selalu konsisten.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *