Healthyzona

Kepikiran Mau Sekolah di Korea? Baca Dulu 6 Fakta Ini!

Kebanyakan nonton drakor suka bikin kamu berandai-andai nggak sih kalau sekolah di Korea Selatan itu sepertinya seru banget? Seragam sekolahnya stylish, kualitas pendidikan terjamin, dan ada jam makan siang khusus. Melihat ini saja pasti bikin kamu pengen pindah sekolah di sana, ya kan?

Tapi Gaes, ternyata kehidupan anak sekolah di Korea Selatan tuh nggak seindah yang kamu lihat di drakor loh. Nggak percaya? Ini buktinya!

1. Durasi sekolah 16-18 jam

Ternyata pelajar di Korea Selatan harus sekolah dengan durasi 16-18 jam per hari. Wah, yakin kamu kuat belajar setiap hari selama itu?

Mereka harus berada di sekolah mulai pagi hingga malam hari. Saking lamanya harus belajar, banyak dari mereka yang punya mata minus dan berkacamata. Biasanya selesai sekolah mereka masih harus belajar mandiri atau ikut bimbel dan pulang hampir menjelang tengah malam. Mereka kurang waktu untuk bermain dan me time, sehingga menyebabkan tingkat stres di kalangan pelajar cukup tinggi. Coba kamu bandingkan dengan di Indonesia yang jam pelajarannya masih sangat longgar, yakin kuat belajar 16-18 jam?

2. Weekend tetap masuk sekolah

Buat kamu yang masih suka ngeluh hari Sabtu harus masuk sekolah, ternyata di Korea juga sama kok. Jadwal sekolah berlangsung mulai hari Senin sampai Sabtu. Sistem pendidikan di Korea Selatan mewajibkan siswa untuk belajar di sekolah hingga hari Sabtu. Bahkan, pada Sabtu mereka belajar full dari pagi hingga sore.

Bahkan di hari Minggu biasanya mereka masih masuk sekolah untuk ikut kegiatan ekstrakurikuler. Beda banget kan dengan di Indonesia yang masuk sekolah hari Senin-Jumat saja, meski kadang hari Sabtu masuk untuk kegiatan pramuka atau ekstrakulikuler lainnya. Tapi kan hari Minggu kamu sudah full libur di rumah.

3. Hukuman fisik masih diberlakukan

Pelajar di Korea Selatan dituntut untuk disiplin di sekolah. Bukan hanya disiplin dalam belajar ya, ternyata di sana sekolah masih mengizinkan hukuman fisik, lho!

Di sekolah, para guru memiliki tongkat sakti yang disebut sebagai “tongkat disiplin”. Dengan adanya tongkat ini para guru mampu menanamkan rasa takut pada siswa. Dan ini jadi alasan mengapa pelajar Korea sangat bekerja keras jadi siswa yang baik.

Meski aturan hukuman fisik ini sekarang mulai dikurangi, tapi masih banyak aja lho praktik kekerasan yang ada di sekolah. Apalagi dengan adanya kenyataan kalau beberapa orang tua mendukung hukuman fisik ini tetap ada di sekolah.

4. Persaingan akademis ketat, bikin stres!

Persaingan akademis di Korea Selatan sangat ketat. Ini karena keberhasilan dalam mencari universitas dijadikan sebagai patokan status dan kehormatan di kalangan masyarakat. Ada tiga universitas unggulan di Korea Selatan, yaitu Seoul National University, Korea University, dan Yonsei University sering disingkat menjadi ‘SKY’.

Masyarakat di Korea Selatan punya anggapan kalau gagal masuk SKY maka masa depan akan suram, bukan hanya sulit dapat pekerjaan di masa depan tapi kamu juga bakal sulit cari jodoh. Nggak heran kalau para pelajar kerja keras mati-matian untuk mendapatkan sekolah bergengsi.

5. Tingkat bullying tinggi

Kasus bullying di Korea Selatan termasuk yang tertinggi di dunia lho, Gaes! Pelajar yang punya penampilan buruk di Korea Selatan selalu kena bully oleh teman-temannya. Bahkan kasus bullying yang terjadi di sekolah-sekolah cukup kejam. Beberapa target di sekolah ini yang tidak mampu menahan tekanan dari teman sebaya akan merasa stress, depresi, hingga ada yang bunuh diri.

Gimana Gaes, setelah baca fakta-fakta di atas apa kamu masih pengen pindah sekolah ke Korea?