Healthyzona

Kenali Pembullyan, Dapat Terjadi di Mana Saja dan Kapan Saja!

Pembullyan

Bullying sepertinya sudah menjadi tradisi bagi sebagian orang untuk memamerkan kekuatan yang dimiliki guna menindas yang lebih lemah, hal ini tentu dapat merugikan orang lain sebagai korbannya. Pembullyan sendiri bertujuan untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun verbal, tidak memandang waktu dan tempat, bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Lebih parahnya lagi sih, pembullyan juga nggak mandang usia loh! Berikut ini merupakan ciri-ciri pembullyan berdasarkan tempatnya.

 

Pembullyan di Sekolah

 

Dampak dari pembullyan di sekolah nggak main-main loh, bisa membekas permanen pada kepribadian dan kesehatan fisik korbannya. Biasanya korban cenderung mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi di ruang kelas, kemudian akan merasa tidak aman untuk bersekolah yang tentunya membuat antusias korban untuk bersekolah menjadi kurang. Korban jadi sulit berkonsentrasi dalam kegiatan apapun, sering membuat alasan untuk bolos sekolah, kurang percaya diri untuk bergaul, tampak gelisah, lesu dan pendiam serta menutup diri dari orang lain. Hal ini tentu saja berimbas pada nilai pelajaran yang menurun dan malas untuk mengerjakan PR. Dari berbagai kasus pembullyan di sekolah biasanya berbentuk fisik. Korban yang lemah akan sering mengalami perundungan yang berulang seperti dipukuli, diganggu dan diancam bahkan di diskriminasi.

 

Pembullyan di Komunitas

 

Nggak cuma di sekolah, bullying juga bisa terjadi di komunitas, biasanya korban cenderung merasa dikucilkan dan tidak dianggap, diremehkan dan dipermalukan sehingga hal ini membuat korban menjadi tidak percaya baik pada diri sendiri maupun kepada orang lain. Tentu saja dampaknya berimbas pada mental korban yang semakin down dan trauma, membuat korban jadi anti sosial dan takut kepada orang lain. Nah, biasanya pembullyan di komunitas ini juga dilakukan si pelaku dengan cara menyebar gosip-gosip tentang korbannya, membicarakan keburukan-keburukan dan mempermalukan korban di depan umum loh.

 

Pembullyan di Media Sosial

 

Kecanggihan teknologi saat ini membuat seseorang menjadi lebih eksis bermedia sosial dan nggak sedikit juga yang memanfaatkannya untuk melakukan hal negatif seperti cyberbullying. Nggak cuma di dunia nyata, tapi bullying juga bisa terjadi di dunia maya, bahkan kasus pembullyan secara verbal di media sosial saat ini jadi semakin tinggi loh. Yup perilaku tersebut dikenal dengan istilah cyberbullying atau perundungan yang dilakukan menggunakan teknologi digital. Hal ini cenderung membuat korbannya menjadi anti untuk bermedia sosial karena merasa terancam dan tidak aman. Biasanya pelaku bullying ini mengancam korbannya melalui teks atau menyebarkan berita hoax dan foto milik korban di media sosial yang bertujuan untuk mempermalukan korban. Dalam hal ini si korban biasanya akan merasa tidak aman untuk bermain media sosial bahkan sampai menutup akses pertemanan hanya untuk orang-orang yang benar-benar dikenalnya. Parahnya lagi kalau sampai mengatasnamakan korban dengan membuat akun palsu atau masuk ke akun korban untuk mengirim pesan jahat ke orang lain. Pembullyan di media sosial yang kerap dilakukan dan biasanya tidak disadari adalah mengirimkan kata-kata menyakitkan di kolom komentar, mencaci bahkan nggak segan untuk mengirim kata-kata kasar dan provokatif.

Bullying nggak cuma merugikan orang lain, tapi juga bisa merugikan diri sendiri seperti menciptakan citra buruk bagi pelaku dan dampak buruk bagi korbannya. So ini waktunya untuk merdeka dari bully-membully! Yuk ciptakan suasana yang aman dan tentram bagi sekitar kita dan saling menghargai satu sama lain. 🙂